Paduan Cara Berbohong (Jitu)
Ceritanya.... Eloh dihadapi dalam situasi yg tersudutkan, ga ada jalan lain selain berbohong.
Jadi nih ya eloh membenarkan kebohongan sendiri demi kebaikan bersama, istilahnya White Lies. Nah supaya kebohongan eloh" pada ga ketahuan, nih gw kasih tipsnya. Tapi ingat ini untuk kebaikan bersama °•(>̯-̮<) xixi....•° jangan sering" bohong juga, okeh!
1. BIKIN DULU CERITANYA
Dalam berbohong, produk yang kamu tawarkan ke korban kamu adalah, tidak lain dan tidak bukan, sebuah cerita. Jadi, cerita kamu harus bagus supaya sang korban bisa terjerat dustamu.
Seperti apakah cerita bohong yang bagus itu? Cerita bohong yang bagus adalah cerita bohong yang masuk akal. Yang ‘mungkin terjadi’ gitu lho, jangan yang mustahil-mustahil banget.
Misalnya kalau kamu terlambat, bilang aja macet, karena macet itu sangat mungkin terjadi di Indonesia Raya ini. Jangan bilang kamu ketemu mas mas / mbak mbak rupawan di jalan dan maksa dianterin pulang. Ingat, tampang kamu pas-pasan, nggak mungkin ada orang yang super ganteng/cantik maksa kamu nganterin dia pulang.
2. ULANGI CERITA KAMU DI KEPALA
Setelah cerita kamu jadi, langkah selanjutnya adalah mengulang-ulang cerita kamu tadi di kepala. Kenapa langkah ini perlu? Dengan mengulang-ulang cerita kamu di kepala, kamu akan sadar kalau misalnya cerita kamu nggak masuk akal, jadi kamu bisa sedikit mengkoreksi cerita bohong kamu.
Manfaat lain adalah kamu jadi hafal cerita kamu. Kalau kamu hafal cerita kamu, proses berbohong kamu jadi lebih lancar. Proses berbohong yang lancar ini adalah kunci utama kesuksesan kebohongan kamu (ya iyalah).
3. EKSEKUSI
Ini merupakan fase paling rentan akan kesalahan dalam proses berbohong. Tapi jangan takut! Kalau kamu sudah mengikuti dua poin diatas, niscaya kebohongan kamu akan berjalan lancar.
Dalam proses eksekusi ini, attitude yang paling baik adalah sok cuek. Misalnya kamu mencret-mencret di kampus sampe celana kamu jadi coklat-coklat gitu di daerah pantat. Kalau kamu malu mengakui kamu mencre
Jadi nih ya eloh membenarkan kebohongan sendiri demi kebaikan bersama, istilahnya White Lies. Nah supaya kebohongan eloh" pada ga ketahuan, nih gw kasih tipsnya. Tapi ingat ini untuk kebaikan bersama °•(>̯-̮<) xixi....•° jangan sering" bohong juga, okeh!
1. BIKIN DULU CERITANYA
Dalam berbohong, produk yang kamu tawarkan ke korban kamu adalah, tidak lain dan tidak bukan, sebuah cerita. Jadi, cerita kamu harus bagus supaya sang korban bisa terjerat dustamu.
Seperti apakah cerita bohong yang bagus itu? Cerita bohong yang bagus adalah cerita bohong yang masuk akal. Yang ‘mungkin terjadi’ gitu lho, jangan yang mustahil-mustahil banget.
Misalnya kalau kamu terlambat, bilang aja macet, karena macet itu sangat mungkin terjadi di Indonesia Raya ini. Jangan bilang kamu ketemu mas mas / mbak mbak rupawan di jalan dan maksa dianterin pulang. Ingat, tampang kamu pas-pasan, nggak mungkin ada orang yang super ganteng/cantik maksa kamu nganterin dia pulang.
2. ULANGI CERITA KAMU DI KEPALA
Setelah cerita kamu jadi, langkah selanjutnya adalah mengulang-ulang cerita kamu tadi di kepala. Kenapa langkah ini perlu? Dengan mengulang-ulang cerita kamu di kepala, kamu akan sadar kalau misalnya cerita kamu nggak masuk akal, jadi kamu bisa sedikit mengkoreksi cerita bohong kamu.
Manfaat lain adalah kamu jadi hafal cerita kamu. Kalau kamu hafal cerita kamu, proses berbohong kamu jadi lebih lancar. Proses berbohong yang lancar ini adalah kunci utama kesuksesan kebohongan kamu (ya iyalah).
3. EKSEKUSI
Ini merupakan fase paling rentan akan kesalahan dalam proses berbohong. Tapi jangan takut! Kalau kamu sudah mengikuti dua poin diatas, niscaya kebohongan kamu akan berjalan lancar.
Dalam proses eksekusi ini, attitude yang paling baik adalah sok cuek. Misalnya kamu mencret-mencret di kampus sampe celana kamu jadi coklat-coklat gitu di daerah pantat. Kalau kamu malu mengakui kamu mencre
Tidak ada komentar:
Posting Komentar