Sabtu, 22 Agustus 2015

Paduan Cara Berbohong (Jitu)

Ceritanya.... Eloh dihadapi dalam situasi yg tersudutkan, ga ada jalan lain selain berbohong.
Jadi nih ya eloh membenarkan kebohongan sendiri demi kebaikan bersama, istilahnya White Lies. Nah supaya kebohongan eloh" pada ga ketahuan, nih gw kasih tipsnya. Tapi ingat ini untuk kebaikan bersama °•(>̯-̮<) xixi....•°  jangan sering" bohong juga, okeh!


1. BIKIN DULU CERITANYA

Dalam berbohong, produk yang kamu tawarkan ke korban kamu adalah, tidak lain dan tidak bukan, sebuah cerita. Jadi, cerita kamu harus bagus supaya sang korban bisa terjerat dustamu.
Seperti apakah cerita bohong yang bagus itu? Cerita bohong yang bagus adalah cerita bohong yang masuk akal. Yang ‘mungkin terjadi’ gitu lho, jangan yang mustahil-mustahil banget.
Misalnya kalau kamu terlambat, bilang aja macet, karena macet itu sangat mungkin terjadi di Indonesia Raya ini. Jangan bilang kamu ketemu mas mas / mbak mbak rupawan di jalan dan maksa dianterin pulang. Ingat, tampang kamu pas-pasan, nggak mungkin ada orang yang super ganteng/cantik maksa kamu nganterin dia pulang.
2. ULANGI CERITA KAMU DI KEPALA

Setelah cerita kamu jadi, langkah selanjutnya adalah mengulang-ulang cerita kamu tadi di kepala. Kenapa langkah ini perlu? Dengan mengulang-ulang cerita kamu di kepala, kamu akan sadar kalau misalnya cerita kamu nggak masuk akal, jadi kamu bisa sedikit mengkoreksi cerita bohong kamu.
Manfaat lain adalah kamu jadi hafal cerita kamu. Kalau kamu hafal cerita kamu, proses berbohong kamu jadi lebih lancar. Proses berbohong yang lancar ini adalah kunci utama kesuksesan kebohongan kamu (ya iyalah).
3. EKSEKUSI

Ini merupakan fase paling rentan akan kesalahan dalam proses berbohong. Tapi jangan takut! Kalau kamu sudah mengikuti dua poin diatas, niscaya kebohongan kamu akan berjalan lancar.
Dalam proses eksekusi ini, attitude yang paling baik adalah sok cuek. Misalnya kamu mencret-mencret di kampus sampe celana kamu jadi coklat-coklat gitu di daerah pantat. Kalau kamu malu mengakui kamu mencre

Jumat, 21 Agustus 2015

           cara mengetaui orang berbohong

1.  Menghindari Kontak Mata
Hal ini sudah menjadi reaksi alamiah manusia, di mana mereka tidak bisa menatap mata lawan bicara ketika sedang berbohong.  Oleh karen itu, cobalah untuk menatap mata lawan bicara anda dalam-dalam ketika ia sedang mengungkapkan sesuatu.  Jika ia mengalihkan pandangan dari anda, kemungkinan besar hal yang ia katakan adalah sebuah kebohongan.
2.  Tangan Terlalu Banyak Menyentuh Bagian Tubuh Tertentu


Melakukan kebohongan bisa menimbulkan suatu perasaan tidak nyaman.  Hal ini berakibat sang pembohong menjadi salah tingkah, dan terlalu banyak menyentuh dirinya, seperti wajah, bibir, dan leher.  Kenali tanda-tanda ini sebagai salah satu ciri orang berbohong, terutama ketika anda terus mengejar dia dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang potensial untuk membongkar kebohongannya.
3.  Cara Bicara Yang Tidak Natural
Kebohongan bisa membuat orang yang mengatakannya menjadi tidak natural dalam berbicara.  Ia cenderung menambahkan terlalu banyak detail pada topik pembicaraan, menyisipkan humor-humor yang terkesan dipaksakan, atau bahkan menjadi diam dalam durasi waktu yang cukup lama.  Pastikan pula anda menangkap tanda-tanda ketidak laziman ini jika ingin mendeteksi kejujuran seseorang.
4.  Mengalihkan Topik Pembicaraan
Rasa tidak nyaman ketika sedang berbohong cenderung membuat si pembohong tak ingin terus menerus membicarakan topik tersebut.  Ia akan mencoba mengganti bahan pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, melakukan aktivitas lain, atau menggunakan berbagai sindiran dan sarkasme untuk meninggalkan topik tersebut.
5.  Jeda Antara Ekspresi Fisik dan Emosi


Orang yang tidak jujur cenderung meninggalkan jeda yang sangat nampak antara ekspresi fisik dan emosi yang ia tunjukkan.  Contohnya, misalkan anda memberi sebuah hadiah yang tidak disukai oleh orang tersebut, dan orang tersebut berpura-pura menyukai hadiah dari anda.  Pertama, ia akan berkata "Oh, saya menyukai hadiah ini!", dan beberapa saat kemudian baru tersenyum.  Jika ia benar-benar menyukai hadiah tersebut, dia akan tersenyum dan mengatakan perkataan tersebut dalam waktu yang bersamaan.
6.  Cobalah Untuk Mengganti Topik Pembicaraan dan Amati Ekspresinya
Jika anda mencurigai seseorang sedang berbohong, cobalah dengan sengaja untuk mengalihkan pembicaraan dari topik tersebut.  Jika orang tersebut dengan sukarela mengikuti pergantian topik dan terlihat jauh lebih rileks dalam berbicara, ada kemungkinan ia sedang berbohong dan memang ingin menghindari pembicaraan seputar topik tersebut.
7.  Perhatikan Titik Tumpuan Berat Badan


Anda bisa mengamati hal ini ketika sedang melakukan percakapan sambil berdiri.  Seorang pembohong biasanya tidak akan pernah merasa nyaman, sehingga ia akan berganti-ganti memindahkan tumpuan titik berat tubuhnya dari satu kaki ke kaki yang lain, terus menerus selama pembicaraan.  
8.  Nada Suara Yang Cenderung Rendah


Penelitian psikologis membuktikan bahwa saat orang sedang berbohong, ia cenderung memelankan suaranya dan membuat nada suaranya terdengar rendah, bahkan nyaris berbisik.  Oleh karena itu, jika anda sedang bercakap-cakap dengan nada berapi-api, kemudian tiba-tiba gaya bicara partner anda menjadi lebih pelan dan monoton, ada kemungkinan saat itu ia sedang berbohong.
9.  Amati Cara Dia Bernapas
Ketika sedang berbohong, orang cenderung untuk bernapas dengan cepat, bahkan hampir terengah-engah.  Namun ada pula saat-saat di mana ia berhenti bernapas sama sekali atau mengambil napas panjang, sebagai usaha si pembohong untuk menenangkan dan mengontrol dirinya.  Nah, perubahan dalam bernapas ini bisa menjadi salah satu ciri orang berbohong.
10.  Mencoba Meyakinkan Anda Secara Berlebihan


Seorang pembohong selalu dihantui rasa takut jika kebohongannya terbongkar.  Oleh karena itu, secara tidak sadar mereka berusaha meyakinkan anda secara berlebihan, dengan menggunakan kata-kata, "Percayalah", "Saya mengatakan hal ini sejujurnya", "Sebenarnya...", atau bahkan "Demi Tuhan...".  Jika anda melihat tanda-tanda tidak natural ini, bersiap-siaplah untuk mengantisipasi kebohongannya.
Saat semasa SMA saya sering pulang kesorean, kalau ditanya saya selalu jawab ada Bimbel.
Padahal saya maen game online dengan teman di warnet ( Jangan ditiru ).
Kadang juga saya pergi bareng teman-teman pergi ketempat rekreasi, biasalah habis pusing mikirin pelajaran kami pergi senang-senang dulu.
Ini berlangsung hampir satu tahun lamanya dan pada akhirnya saya mengaku juga entah kenapa saya bisa mengaku siapa yang tau?

berikut ini adalh Tips Berbohong Agar Tidak

Ketahuan :


Susunlah skenario berbohong dari awal. Cari jawaban yang masuk akal. Jika tidak siap, bahasa kamu jadi terbata-bata dan ketahuan deh…

Berkatalah seadanya. Jangan banyak-banyak. Biasanya orang yang berbohong tidak bisa mengingat dengan baik apa yang baru saja ia katakan.

Berusahalah mengingat kata-kata/jawaban yang diungkapkan pertama kali. Siapa tau pertanyaan sama muncul kembali. Kamu bisa menjawab dengan jawaban yang sama.

Tataplah mata orang yang kamu bohongi. Biasanya orang yang suka berbohong, ia tidak berani menatap mata lawan bicaranya

Jangan berlama-lama berhadapan dengan orang yang kita bohongi. Setelah menjawab pertanyaannya, segeralah beranjak pergi. Carilah alasan yang tepat, misalnya “gerah, pengen mandi”, atau “capek, mau istirahat dulu

Jagalah bahasa tubuhmu. Jika sedang berdiri, berdirilah dengan tegak, jagalah tanganmu dari gatal-gatal di kulit kepala, di lobang hidung dan di leher. Jaga juga kakimu agar tidak menari-nari, menggaruk-garuk kaki sebelahnya. Kenapa? Biasanya orang yang berbohong tiba-tiba muncul rasa gatal di area tersebut. Entah kenapa bisa begitu. Belum ketemu jawabannya

Setelah berbohong bertobatlah. Berjanjilah untuk tidak mengulangi kebohongan yang sudah dilakukan. Cukuplah satu kali saja melakukan kesalahan. Hanya orang bodoh lah yang melakukan kesalahan dua kali.

Sebenarnya Tips ini diperuntuhkan untuk anak yang suka ngeles sama orang tuanya
Intinya : Kalau berbohong g' akan selesai dalam jangka waktu yang pendek, pasti akan melakukan kebohongan yang lain agar kebohongan yang pertama tertutupi. dan melakukan kebohongan selanjutnya agar kebohongan yang kedua tertutupi, begitu seterusnya.
Pertanyaannya : apakah kamu bisa ingat jawaban-jawaban yang kamu katakan saat berbohong setelah sekian banyak kebohongan yang sudah kamu buat

Inti Utama: Kebohongan akan terungkap, cepat atau lambat


Pesan : Saat berbohong, Simpanlah Niat/pikiran untuk mengungkapkannya ( Jujurlah ), agar suatu saat kamu terjebak kamu akan muudah untuk mengungkapkan yang sebenarnya

Ketika kamu sudah jujur dari segala kebohongan yang kamu buat, barulah kamu bisa dikatakan anak yang Gentlemen.